Kamis, 14 April 2011

Tentang Diriku MATSANI



MATSANI
“Laskar Pelangi” kita semua pasti tahu kisah tentang film laskar pelangi. Begitulah sedikitnya kisah perjalanan hidup saudara kita yang satu ini dalam mengecam pendidikannya. Motivasi yang tak kalah penting dari saudara kita ini adalah dari motto hidupnya bahwa ‘Kebahagian yang utama adalah kebahagian keluarga meskipun tinggal di dalam satu gubuk bambu namun senyuman dari bibir keluarga itulah yang menjadikan segalanya lebih sempurna”. Anak buah hati dari pasangan M.Djanil dan Salinna banyak sekali terdapat kendala dan perjuangan dalam mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang tokoh motivasinya yaitu Bapak BJ Habibie.
Matsani termasuk dari keluarga yang kurang mampu, dimana kedua orang tuanya adalah seorang petani dan tinggal didesa serta hanya tamat sebatas SD. Ia menghabiskan pendidikan SD nya di SDN Lubuk Dalam. SD yang terpencil dengan apa adanya ia memulai menuai prestasinya yaitu Juara I (satu) Lomba Cerdas Cermat Matematika, Juara I lomba Pidato Bahasa Indonesia, Juara III Lomba Puisi dan Juara I lomba lari 500 meter tingkat Kabupaten. Selepas dari SD sebenarnya ia tidak mau melanjutkan ke SMP namun berkat dorongan dari kakaknya Syajari dan Yeni sehingga ia mampu melanjutkan ke SMPN 3 Kayuagung dan juga berprestasi yakni sebagai Juara I Lomba senam SKJ tingkat Provinsi dan lain-lainnya. Tidak ketinggalan selama di SD dan SMP ia selalu mendapatkan juara umum.
Selain itu ia tetap menunjukkan prestasinya meskipun bersekolah di SMAN 3 Unggulan Kayuagung yang notabene siswanya pinter-pinter diantaranya sebagai juara 5 besar lomba Karya Tulis Ilmiah SMA kementerian Pekerjaan Umum tingkat Nasional se-Indonesia di Bandung, dan Juara III lomba Karya Tulis PTPN VII tingkat Se-Sumbagsel 2011 di Lampung serta Juara II lomba Siswa Berprestasi tahun 2010 tk. Kabupaten OKI tahun 2010. Ia berpedoman dan sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua bahwa “Tidak semua kehobian itu menuntun sebuah prestasi, semua orang pasti bisa menulis jika ia tidak bisa menulis berarti ia bukan seorang siswa ataupun pelajar”.

Dibalik prestasi yang ia dapatkan ia juga pernah mengalami kegagalan yang membuat ia patah semangat yakni ia digugurkan sebagai Finalis 9 Besar pada lomba KIR LIPI ke-42 tingkat Nasional. Padahal jika ia berhasil masuk 3 besar, maka ia akan berangkat ke California di Amerika Serikat untuk berkompetisi mewakili Indonesia ketingkat kanca Internasional. Ia sangat berharap sekali apabila ia tidak digugurkan, sekolah yang dicintainya bisa menjadi Sekolah Berstandar internasional dapat terwujud. Mungkin Allah SWT berkendak lain ucapnya.
Ketika diwawancarai ternyata hidupnya dirumah sangat sederhana, dengan belum hadirnya listrik dirumahnya membuat ia tegar dalam belajar dengan sungguh-sungguh meskipun harus belajar dengan lampu kaleng susu Bendera buatannya. Tapi semangat kedua orang tuanya tidaklah sesederhana itu. Meskipun ayahnya sakit kaki semenjak ia SMP kelas VII. Dalam benak Matsani kelak ia sukses nanti ia ingin sekali Menaikkan Haji kedua orang tuanya. Sebenarnya Ia sekolah dan menunutut ilmu tujuannya hanya ingin melihat kedua orang tuanya memakai peci putih dan jilbab putih serta mencium batu Hajar Aswad di tanah suci Mekah. Begitupun kakaknya, ia juga ingin mengantarkan saudara-saudaranya ke Italia sesuai yang diimpikan saudaranya terutama adiknya bernama Ahla ingin bertemu Valentino Rossi, menara Pisa dan Coloseum di Roma benar-benar terwujud.
Masih banyak yang ingin ia sampaikan kepada kita namun sedikit ia menyampaikan impiannya kepada siswa dan SMAN 3 Unggulan Kayuagung khususnya semoga sekolah yang kita cintai ini predikat akan menjadi SBI dapat terwujud kelak. Amin

2 komentar: